Di perjalanan

/ October 18, 2013 /


Ah, akhirnya kau menyebut namaku, kembali. 
Berbeda intonasi, dalam kekesalan.

Tidak apa walau harus menjadi orang ter-menjengkelkan bagimu, orang yg paling kau kesali. Aku tak peduli harus terus berbicara dan menghujatmu seakan kau orang yang paling kubenci, 

Karena, aku senang mendengar kau menyebut namaku. Walau dalam kekesalan, walau untuk mendiamkanku,



Aku tak peduli.



22:04 
 
Copyright © 2012 Luqyana , All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger